Sinergi Tanpa Sekat, FORSekdes Kabupaten Semarang Kuatkan Peran Lewat Anjangsana di Tuntang
TUNTANG (8/10/2025) – Forum Sekretaris Desa (FORSEKDES) Kabupaten Semarang menggelar kegiatan Anjangsana dan Silaturahim Pengurus di Baloeng Gajah, Kecamatan Tuntang, pada Rabu (8/10/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 10.45 WIB ini dihadiri para pengurus FORSEKDES Kabupaten Semarang dan sekretaris desa se-Kecamatan Tuntang.
Acara dibuka oleh Nur Kholis, Sekretaris Desa Kalibeji, dilanjutkan sambutan tuan rumah oleh Dendi Sarwo Edi, Sekretaris Desa Kesongo. Dalam sambutannya, Dendi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta menginformasikan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan rapat rutin Sekdes se-Kecamatan Tuntang. Rapat rutin kali ini membahas sejumlah agenda penting, seperti persiapan pelatihan pengurus BUMDes, koordinasi pelaksanaan POK, serta monitoring dan evaluasi (monev) anggaran serta administrasi desa.

Selanjutnya, Ketua FORSEKDES Kabupaten Semarang, Hj. Wahyu Kusuma Dewi (Sekretaris Desa Asinan, Kecamatan Bawen) menyampaikan berbagai capaian dan agenda strategis organisasi. Dalam paparannya, Wahyu menjelaskan bahwa FORSEKDES turut dilibatkan dalam penyusunan regulasi tingkat kabupaten, antara lain penyusunan Standar Harga Satuan (SHS) Tahun 2026 dan pengaturan pengisian perangkat desa.
Ia juga menyoroti kiprah FORSEKDES Kabupaten Semarang dalam tingkat provinsi, seperti penyelenggaraan pra-Musda dan partisipasi dalam Musda FORSEKDESI Provinsi Jawa Tengah di Batang, serta audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hasil dari audiensi tersebut menegaskan pentingnya Sekretaris Desa untuk menjaga marwah jabatan dan ketegasan dalam pengelolaan keuangan desa.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyu menyampaikan hasil audiensi dengan Bupati Semarang, yang di antaranya membahas perlindungan hukum bagi Sekretaris Desa, terutama pada masa-masa Pilkades yang kerap menimbulkan tekanan dan laporan terhadap aparat desa. “FORSEKDES berkomitmen menjaga marwah Sekretaris Desa sebagai salah satu stakeholder penting dalam pembangunan desa,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengumumkan rencana pelatihan peningkatan kapasitas dan ESQ bagi Sekretaris Desa di Kabupaten Semarang.

Sementara itu, Penasehat FORSEKDES, Maftuhurrofiq (Sekretaris Desa Rejosari, Kecamatan Jambu) memberikan apresiasi atas capaian organisasi. Ia berpesan agar pengurus terus menjaga profesionalitas, mengelola waktu dengan baik, dan memastikan setiap langkah organisasi memberi manfaat bagi sesama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipimpin oleh Ketua I, Ghozali (Sekretaris Desa Mendongan, Kecamatan Sumowono) dan Ketua II, Nur Arif (Sekretaris Desa Bancak, Kecamatan Bancak). Dari hasil diskusi disepakati bahwa kegiatan peningkatan kapasitas Sekretaris Desa akan dilaksanakan pada awal November 2025, dengan sumber dana selain dari dana desa. Selain itu, Doyo Santosa (Sekretaris Desa Giling, Kecamatan Pabelan) mengingatkan pentingnya penyusunan struktur pengurus di tiap kecamatan untuk melengkapi AD/ART FORSEKDES Kabupaten Semarang.

Kegiatan ditutup pada pukul 14.20 WIB dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menandai semangat kebersamaan para Sekretaris Desa dalam memperkuat sinergi dan peran strategis mereka di tingkat desa maupun kabupaten.



Post Comment